Pekanbaru – Anggota DPRD Provinsi Riau Andi Darma Taufik dan Abdullah menerima aspirasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi G-M13 Mei Melawan saat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Rabu (13/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat di Provinsi Riau, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.
Presiden Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Syahradi Ramatul, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat sekaligus dorongan kepada pemerintah agar lebih serius dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Demonstrasi ini bukan sekadar turun ke jalan, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat. Kami ingin pemerintah bekerja lebih maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pemerataan akses pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga transparansi penyaluran beasiswa pemerintah daerah.
Mahasiswa menilai sektor pendidikan di Provinsi Riau masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait keterbatasan fasilitas pendidikan serta kepastian tenaga pendidik di daerah terpencil.
“Kami meminta pemerintah dan DPRD benar-benar fokus terhadap pendidikan, terutama di wilayah terpencil yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan akses belajar,” kata Syahradi.
Selain sektor pendidikan, massa aksi juga menyoroti pemerataan fasilitas kesehatan, penanganan stunting, hingga penggunaan dana hibah untuk instansi vertikal di Provinsi Riau. Mereka meminta pemerintah membuka rincian penggunaan anggaran kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Di bidang ketenagakerjaan, mahasiswa mendesak penghapusan sistem outsourcing serta meminta DPRD Provinsi Riau memfasilitasi dialog antara perusahaan dan masyarakat terkait persoalan tenaga kerja.
“Masalah tenaga kerja juga harus menjadi perhatian serius. Kami ingin ada perlindungan yang jelas bagi pekerja serta pengawasan standar keselamatan kerja di perusahaan,” tambahnya.
Mahasiswa juga meminta pemerintah daerah lebih serius mengembangkan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Provinsi Riau yang menerima massa aksi menyampaikan bahwa seluruh tuntutan mahasiswa akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama dalam menjalankan fungsi pengawasan serta penyusunan kebijakan daerah.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aliansi G-M13 Mei Melawan berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret demi kepentingan masyarakat luas di Provinsi Riau.
Foto: Juna, Maliki
Rilis: Laras
Redaktur: Laras
