Komisi II DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau, di Ruang Rapat Komisi II DPRD Provinsi Riau

Pekanbaru – Komisi II DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perkebunan Provinsi Riau, di Ruang Rapat Komisi II DPRD Provinsi Riau, Senin (15/6/2026).

Rapat ini membahas capaian program dan kegiatan Dinas Perkebunan Provinsi Riau tahun anggaran 2026, termasuk perkembangan sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Dalam pemaparannya, Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyampaikan bahwa hingga 12 Juni 2026, realisasi keuangan mencapai 25,71 persen, sementara realisasi fisik mencapai 26,86 persen. Selain itu disampaikan pula bahwa kelapa sawit masih menjadi komoditas perkebunan terbesar di Provinsi Riau dengan luas mencapai 3.926.621 hektare berdasarkan data tahun 2024.

Pada kesempatan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau Siti Aisyah menyoroti sejumlah program yang belum dapat dilaksanakan secara optimal akibat kondisi keuangan daerah. Ia juga mempertanyakan langkah yang akan dilakukan pemerintah terhadap fluktuasi harga komoditas perkebunan, khususnya kelapa dan kelapa sawit.

“Terkait harga kelapa yang saat ini berada di kisaran Rp2.800 per kilogram, tentu perlu ada langkah dan perhatian dari pemerintah. Begitu juga dengan harga kelapa sawit yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Raja Jaya Dinata menyoroti persoalan kebun sawit yang telah memiliki sertifikat namun masih berada di kawasan hutan. Selain itu, ia juga meminta penjelasan mengenai perkembangan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), termasuk target dan realisasi pelaksanaannya di Provinsi Riau.

Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Riau juga memberikan perhatian terhadap program beasiswa sawit. DPRD berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya anak-anak petani kelapa dan kelapa sawit di Provinsi Riau.

“Kami ingin memperjuangkan agar anak-anak petani kelapa maupun kelapa sawit mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh manfaat dari program beasiswa sawit. Harapan kami, ke depan semakin banyak petani yang merasakan manfaat program ini,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau, Siti Aisyah.

Melalui rapat evaluasi ini, Komisi II DPRD Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai program strategis di sektor perkebunan, termasuk peningkatan kesejahteraan petani, penguatan komoditas unggulan daerah, serta optimalisasi pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Untuk diketahui, rapat dipimpin oleh Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau, Monang Eliezer Pasaribu, didampingi Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Riau Androy Aderianda, dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Riau, yakni Raja Jaya Dinata, Siti Aisyah, dan Ginda Burnama.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau Devi Rizaldi beserta jajaran.

Foto: Juna
Rilis: Laras
Video: Faisal
Redaktur: Laras

error: Content is protected !!
Scroll to Top