Pekanbaru – DPRD Provinsi Riau memberikan perhatian terhadap pelaksanaan seleksi calon Komisaris dan Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (Perseroda) yang dibuka oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui panitia seleksi.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, menegaskan bahwa proses seleksi tersebut harus berjalan secara transparan, objektif, dan mampu menghasilkan figur pimpinan yang benar-benar memahami kondisi riil perusahaan.
Menurutnya, calon Komisaris dan Direktur tidak hanya dituntut memiliki visi dan misi yang baik, tetapi juga harus memahami secara menyeluruh kondisi perusahaan, mulai dari aspek keuangan, aktivitas usaha, modal kerja, sumber daya manusia, hingga berbagai persoalan internal yang tengah dihadapi.
“Calon pimpinan harus diberikan gambaran yang jelas dan komprehensif terkait kondisi PT SPR. Jangan hanya berbekal visi dan misi tanpa memahami kondisi aktual perusahaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa proses seleksi harus mampu menggali kapasitas dan kualitas para calon secara substansial, bukan hanya menilai dari sisi formalitas semata.
“Yang kita butuhkan adalah kemampuan yang nyata, bukan sekadar tampilan luar. Calon pimpinan harus siap menghadapi tantangan dan memahami tanggung jawab yang akan diemban,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdullah mengingatkan bahwa ketepatan dalam memilih pimpinan BUMD sangat menentukan arah perkembangan perusahaan ke depan. Kesalahan dalam memilih figur dapat berdampak pada stagnasi bahkan penurunan kinerja perusahaan.
“Kita membutuhkan sosok yang memiliki kesiapan, komitmen, dan integritas untuk membawa perusahaan daerah menjadi lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.
DPRD Provinsi Riau berharap melalui proses seleksi yang akuntabel dan profesional, akan terpilih pimpinan BUMD yang mampu mendorong kinerja perusahaan serta memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
