Pimpinan DPRD Provinsi Riau Menerima Kunjungan Kerja PKDN Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg Ke-31 Tahun Anggaran 2022

16

Pekanbaru – Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho dan Hardianto, menerima kunjungan kerja Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg Ke-31 Tahun Anggaran 2022 dengan Tema “Strategi Polri Menjaga Stabilitas Kamtibmas Dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”, di Ruang Medium DPRD Provinsi Riau, Selasa (26/7/2022).

Hadir pada kunjungan ini Brigjen Pol Agus Djaka Santoso, beserta anggota peserta didik Sespimti Polri Dikreg Ke-31.

Maksud dan tujuan kedatangan peserta didik Sespimti Polri Dikreg Ke-31 ke DPRD Provinsi Riau yaitu ingin berdiskusi dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah maupun nasional.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Hardianto menyampaikan beberapa hal mengenai peran DPRD Provinsi Riau.

“DPRD Provinsi Riau memiliki fungsi yaitu fungsi legislatif menjadi fungsi perda, fungsi kontroling, dan fungsi budgeting,” ucap Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Selanjutnya perekonomian Riau pada tahun 2021 berkontribusi sebesar 22,92 persen terhadap PDRB Sumatera, dengan tingkat pertumbuhan diatas rata-rata pertumbuhan PDRB Sumatera yang sebesar 3,18 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspor luar negeri berupa CPO dan turunannya serta ekspor pulp & paper.

Secara umum, perekonomian Riau pada tahun 2021 masih di dominasi 93,78 persen dengan lima lapangan usaha, diantaranya:
1. Industri pengolahan 27,91 persen.
2. Pertanian, kehutanan dan perikanan 27,20 persen.
3. Pertambangan & penggalian 20,12 persen.
4. Perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 9,63 persen.
5. Kontruksi 8,92 persen.

Selain itu, adanya aksi cepat untuk merebut bantuan presiden terhadap UMKM dan disambut baik oleh Disperindag dengan bantuan sebesar 1,2 juta rupiah untuk masing-masing UMKM.

Sementara itu, saat pandemi covid-19 adanya Bantuan Keuangan (Bankeu) oleh Pemprov Riau sejak tahun 2020 terhadap 1.591 Desa yang ada di Riau, bantuan tersebut sampai saat ini masih berjalan.