Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau, Abdullah, menyoroti perkembangan isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Provinsi Riau.

Pekanbaru – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau, Abdullah, menyoroti perkembangan isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Provinsi Riau.

Sekretaris Fraksi PKS tersebut menyampaikan kekhawatirannya terhadap adanya peningkatan fenomena LGBT yang dinilai berpotensi berdampak pada meningkatnya kasus HIV dan AIDS di daerah.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Riau, khususnya pada tahun 2026.

“Kami memiliki data terkait peningkatan LGBT di Provinsi Riau. Mungkin pada tahun 2025 belum menjadi prioritas, namun kami berharap pada tahun 2026 ini dapat menjadi perhatian Pemprov Riau,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia berharap, melalui perhatian dan langkah yang tepat, persoalan terkait LGBT, HIV, dan AIDS dapat ditanggulangi serta dicegah peningkatannya di masa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, meminta dinas terkait untuk segera menindaklanjuti isu tersebut melalui pembahasan bersama DPRD.

“Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana kita minta untuk bersama DPRD melakukan pembahasan terkait hal ini,” ujarnya.

Dengan adanya koordinasi lintas sektor, diharapkan upaya penanganan dapat dilakukan secara komprehensif dan terarah.

error: Content is protected !!
Scroll to Top