Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan, bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri, menerima aspirasi PWT (Pegawai Waktu Tertentu) putra/putri Riau dari PT Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan

Pekanbaru – Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan, bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri, menerima aspirasi PWT (Pegawai Waktu Tertentu) putra/putri Riau dari PT Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan, Rabu (1/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Parisman Ihwan mengundang pihak Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memberikan penjelasan terkait permohonan audiensi yang disampaikan oleh para PWT.

PWT merupakan tenaga kerja lokal yang direkrut oleh PT Pertamina Hulu Rokan melalui proses seleksi yang profesional dan kompetitif, serta ditempatkan pada fungsi inti (core business) di sektor hulu migas selama empat tahun.

Salah satu perwakilan PWT, Alfredo, bersama rekan-rekannya menyampaikan harapan agar terdapat perhatian khusus terhadap keberlanjutan status mereka.

“Kami berharap ada perhatian khusus agar kami tidak hanya menjadi pekerja sementara, tetapi dapat menjadi bagian permanen dalam struktur operasi hulu migas,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan mempersilakan pihak PHR untuk memberikan penjelasan.

Perwakilan PHR, Pramudya, menyampaikan bahwa tenaga kerja yang telah lulus seleksi pada dasarnya sudah menjadi bagian dari struktur kerja di sektor hulu migas, meskipun terdapat mekanisme dan tahapan lebih lanjut untuk peningkatan status kepegawaian.

“Terdapat level kebijakan yang lebih tinggi dalam menentukan perubahan status dari Pegawai Waktu Tertentu (PWT) menjadi Pegawai Waktu Tetap (PWTT). Hal ini akan kami sampaikan kepada pimpinan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal.

“Kami menekankan agar anak-anak Riau dapat menjadi bagian dari struktur hulu migas dan diprioritaskan dalam sektor inti (core business). Kami juga berharap ada solusi yang berkeadilan bagi mereka,” tegasnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencari solusi terbaik terkait status dan keberlanjutan tenaga kerja lokal di sektor strategis migas, khususnya di wilayah Provinsi Riau.

Foto: Redho
Rilis: Redho
Redaktur: Laras

error: Content is protected !!
Scroll to Top