Komisi III DPRD Provinsi Riau Tinjau PLTA Koto Panjang Antisipasi Banjir Sungai Kampar

Kampar – Komisi III DPRD Provinsi Riau melakukan peninjauan ke PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi akibat pembukaan pintu air PLTA.

Setiap kali spillway gate dibuka, beberapa wilayah yang dilalui Sungai Kampar terdampak banjir akibat peningkatan debit air, hingga menutup akses darat di sejumlah lokasi.

Kunjungan ini dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Riau Eva Yuliana, anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, serta didampingi langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Ahmad Tarmizi.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau, Abdullah, mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kesiapan PLTA menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam dua bulan ke depan, sesuai Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang telah ditetapkan oleh Gubernur Riau.

“Kita ingin melihat langkah-langkah PLTA dalam mengantisipasi hujan ekstrem dan debit air yang meningkat. Mereka menyampaikan bahwa sejak Mei pasca rapat DPRD, SOP dalam pembukaan spillway gate telah diperbarui,” ujar Abdullah, Kamis (11/12/2025).

Dari kunjungan itu, PLTA Koto Panjang telah menyiapkan SOP tambahan berupa early release yang diharapkan dapat meredam banjir akibat buangan air dari danau. SOP ini akan diterapkan apabila debit air curah hujan tinggi. Saat ini, permukaan PLTA masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan, yaitu 76 dari 83, sehingga early release belum diterapkan.

“Kami berharap SOP tambahan early release ini efektif untuk mencegah luapan Sungai Kampar, terutama di wilayah Kampar dan Pelalawan. Mudah-mudahan banjir bisa diantisipasi,” harap Abdullah.

Langkah ini juga sejalan dengan rapat terbatas yang dipimpin oleh Plt Gubernur Riau bersama seluruh stakeholder untuk mitigasi bencana hidrometeorologi. Gubernur menginstruksikan seluruh OPD, termasuk BPBD dan PUPR, menyiagakan alat berat di lokasi-lokasi berpotensi banjir. Abdullah menegaskan bahwa semua pihak, termasuk pihak swasta, harus siap siaga dalam upaya pencegahan banjir.

error: Content is protected !!
Scroll to Top