Komisi III DPRD Provinsi Riau melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau

Pekanbaru – Komisi III DPRD Provinsi Riau melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau, Senin (20/4/2026).

Dalam rapat, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri, menegaskan bahwa kritik yang disampaikan DPRD merupakan bagian dari upaya membangun kinerja BRIDA agar lebih optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Sebagaimana tekad kami, kalau ada kritik itu untuk membangun. Semangat kami bagaimana BRIDA ke depan bisa berkontribusi dalam meningkatkan PAD, karena pengelolaan pajak kita belum maksimal,” ujar Edi Basri.

Ia juga mendorong agar BRIDA mampu merumuskan kebijakan yang efektif serta menjalin kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar guna mendukung riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kita perlu kembangkan bersama perencanaan program yang berdaya saing. Termasuk pertemuan dengan perusahaan besar untuk membantu riset yang mendukung pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, menekankan pentingnya fokus dalam penggunaan anggaran riset agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

“Anggaran ini perlu dipilih kembali mana yang betul-betul ingin kita kejar. Investasi hilir perlu didorong, tentu dengan kajian yang jelas dan terukur dampaknya. Perlu disusun mapping yang matang,” jelas Abdullah.

Ia juga menyoroti pentingnya program unggulan yang selaras dengan kebijakan nasional, khususnya dalam sektor energi.

“Kita butuh program unggulan. Sesuai arahan nasional, bagaimana kita bisa meningkatkan produksi, termasuk untuk mengurangi impor minyak. Kita juga perlu mengembangkan potensi energi terbarukan sebagai sumber PAD jangka panjang,” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, Kepala BRIDA Provinsi Riau Ronny B. Leksono turut memaparkan rencana kegiatan riset tahun 2027, di antaranya studi optimalisasi sumber daya alam, peningkatan teknologi pengemasan dan produksi olahan makanan dan minuman UMKM, pengembangan Riau sebagai pusat budaya Melayu, strategi penanganan limbah, optimalisasi aset daerah, hingga penanganan abrasi wilayah pesisir.

Melalui rapat ini, Komisi III DPRD Provinsi Riau berharap BRIDA dapat memperkuat peran strategisnya dalam menghasilkan riset yang aplikatif, inovatif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan PAD secara berkelanjutan.

Untuk diketahui, rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri, didampingi Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, dan dihadiri oleh Kepala BRIDA Provinsi Riau Ronny B. Leksono beserta jajarannya.

Foto: Rian
Rilis: Catherine
Redaktur: Laras

error: Content is protected !!
Scroll to Top