Pekanbaru – Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, hadiri kegiatan Serasehan Ekonomi Awal Tahun Menerika Ekonomi Riau 2026 dengan mengusung tema “Sinergi Penguatan Ekonomi Riau yang Maju dan Bermarwah”, di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Riau, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026.
Dalam kesempatan tanya jawab, Parisman Ihwan menyampaikan pandangan DPRD Provinsi Riau terkait kondisi perekonomian global dan kebijakan fiskal nasional yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas fiskal daerah, khususnya pada penyusunan APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026.
Ia menjelaskan bahwa DPRD Provinsi Riau memandang perlambatan ekonomi global yang disertai dengan penyesuaian kebijakan fiskal nasional, termasuk kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah, merupakan tantangan serius bagi keuangan daerah ke depan. Kondisi tersebut berpotensi menekan kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Perlambatan ekonomi global dan kebijakan fiskal nasional yang semakin ketat secara langsung mengurangi ruang fiskal APBD, terutama bagi daerah yang masih memiliki ketergantungan terhadap Dana Bagi Hasil dari sektor sumber daya alam,” ujar Parisman.
Menurutnya, situasi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dan adaptif dalam mengelola keuangan daerah. DPRD Provinsi Riau, kata Parisman, mendorong agar pengelolaan anggaran dilakukan secara lebih selektif, efisien, dan berbasis prioritas, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Prinsip kehati-hatian dan penajaman prioritas menjadi kunci, agar kesinambungan pembangunan daerah tetap terjaga dan kualitas pelayanan publik tidak menurun,” tegasnya.
Melalui forum serasehan ini, Parisman berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang responsif, inklusif, serta mampu menjaga marwah dan daya saing ekonomi Provinsi Riau di tengah tantangan global.
Foto: Adit
Rilis: Reza
Redaktur: Laras
