Pimpinan DPRD Provinsi Riau dan Anggota DPRD Provinsi Riau melakukan audiensi bersama Polda Riau

Pekanbaru – Pimpinan DPRD Provinsi Riau dan Anggota DPRD Provinsi Riau melakukan audiensi bersama Polda Riau, di Ruang Rapat Medium DPRD Provinsi Riau, Kamis (15/1/2026).

Audiensi ini tidak hanya membahas optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menekankan pentingnya kebijakan daerah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengajak DPRD Provinsi Riau untuk bersama-sama membangun legacy kebijakan daerah melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang kesadaran ekologis masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan di Riau, termasuk bencana lingkungan, tidak lepas dari perilaku manusia yang abai terhadap alam.

“Bencana yang terjadi merupakan akibat dari keserakahan manusia. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat. Mari kita bangun gerakan restoratif dan menanam kebaikan untuk masa depan Riau,” ujar Kapolda Riau.

Ia menyampaikan bahwa Polda Riau telah melakukan penanaman hampir 70 ribu pohon sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan. Dalam jangka panjang, upaya tersebut diharapkan dapat menjadi investasi ekologis yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri, menilai bahwa kebijakan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan daerah, khususnya sektor infrastruktur. Ia menyoroti kebijakan nasional target zero ODOL (Over Dimension Over Loading) pada Februari 2026 sebagai langkah penting dalam menjaga aset jalan daerah.

“Kondisi kerusakan jalan di Riau mencapai sekitar 80 persen. Jika tidak dilakukan langkah preventif, anggaran akan terus habis untuk memperbaiki jalan rusak. Padahal, dana tersebut bisa dialihkan untuk pembangunan jalan baru jika kerusakan dapat dicegah,” jelasnya.

Edi Basri menambahkan, DPRD Provinsi Riau juga tengah mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui pembentukan Panitia Khusus Optimalisasi Pendapatan Daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan kebijakan lingkungan, sehingga pembangunan ekonomi dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Misliadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Polda Riau dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan bahwa DPRD Riau terbuka untuk bersinergi dalam menyusun regulasi yang mendorong kesadaran ekologis masyarakat.

“Kami mendorong adanya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh stakeholder. Peningkatan pendapatan daerah harus dibarengi dengan kebijakan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Misliadi.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi antara DPRD Provinsi Riau dan Polda Riau dalam merumuskan kebijakan daerah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan PAD, tetapi juga pada pelestarian lingkungan hidup dan masa depan Riau yang lebih hijau.

Untuk diketahui, audiensi ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Ahmad Tarmizi dan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri. Turut hadir dalam rapat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Misliadi, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Riau Eva Yuliana, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, Imustiar, Diski, Efrinaldi. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau Nur Azmi Hasyim, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Riau Ade Firmansyah, dan Sumardany Zirnata.

Hadir dalam audiensi ini, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, beserta personil dan Bhayangkari Polda Riau, Bapenda Provinsi Riau, dan jajaran direksi Bank Riau Kepri Syariah.

Foto: Rian, Robi, Adit,
Rilis: Catherine
Redaktur: Laras

error: Content is protected !!
Scroll to Top