Ketua DPRD Riau Minta Masyarakat Waspadai Potensi Kriminalitas di Tengah Covid-19

83
Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet (Kanan Baju Putih).

Pekanbaru – DPRD Provinsi Riau mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi tingginya angka kriminalitas dampak dari pandemi Covid-19.

Ketua DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet di Pekanbaru, Selasa (21/4/2020) mengatakan, melihat adanya gejolak sosial yang terjadi di tengah masyarakat akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kebijakan pelepasan narapidana yang berimbas pada adanya resiko tindakan kejahatan yang meresahkan.

“Apalagi dengan adanya PHK, pekerja dirumahkan, kemudian regulasi yang dikeluarkan KemenkumHAM terkait pembebasan para napi. Tentu tidak menutup kemungkinan adanya persoalan sosial yang timbul yang meresahkan masyarakat seperti tindakan kejahatan yang terjadi, kita imbau masyarakat untuk selalu waspada,” ucap Politisi Golkar itu.

Ketua DPRD Riau juga meminta jajaran aparat kepolisian untuk melakukan patroli rutin untuk meningkatkan keamanan dan dapat meminimalisir tindakan oknum yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Kita tidak ingin ada masalah baru lagi. Kita sudah cukup disulitkan dengan wabah ini. Jadi saya minta agar semuanya paham dengan kondisi ini,” ucap wakil rakyat dapil Kabupaten Bengkalis itu.

Eet juga menekankan agar semua pihak dapat saling bahu membahu membantu jika ada masyarakat yang kesulitan ekonomi dalam menghadapi virus corona disease ini. Diperlukan sinergitas yang terstruktur mulai dari tingkat RT/RW sampai ke tingkat kepala daerah.

“Sinergitas ini yang kita perlukan. RT/RW kepala desa harus bekoordinasi. Karena yang tau kondisi masyarakat kan struktur pemerintahan di tingkat paling bawah. Dalam membasmi wabah COVID-19 ini kita harus bersama-sama,” ucap Eet.

Sementara terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, Eet mengkritisi masih belum berjalan maksimal.

“PSBB hari ini kurang maksimal implementasi kinerja dari pemko Pekanbaru. Ini harus segera dievaluasi,” ucapnya.

Dia juga menyarankan agar kabupaten/kota lainnya yang sudah ada pasien terinfeksi COVID-19 juga diterapkan PSBB.

“Kalau kita impelementasikan hari ini daerah penyangganya tak berbuat seperti kota Pekanbaru, kita rasa berat PSBB ini berjalan secara baik,” ucapnya pula.